Dakwah, Ipari News, Warta Ipari

Ngawi Rayakan Nuzulul Qur’an: Penyuluh Agama Islam Berperan Sentral dalam Gerakan 350.000 Khataman Al-Qur’an


IPARINGAWI, 16 Maret 2025 – Dalam semangat kebersamaan dan cinta Al-Qur’an, Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar program akbar Indonesia Khataman Al-Qur’an, yang menargetkan 350.000 khataman dalam satu hari pada 16 Ramadhan 1446 H. Program nasional ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga simbol persatuan umat dalam mencintai dan mendalami kitab suci.

Di Kabupaten Ngawi, program ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk madrasah, pondok pesantren, ormas Islam, sekolah, hingga institusi kepolisian. Penyuluh Agama Islam turut berperan aktif dalam menggerakkan umat untuk berpartisipasi dalam gerakan nasional ini.

Berdasarkan data yang dihimpun, Kabupaten Ngawi mencatatkan 1.870 khataman Al-Qur’an dalam sehari. Rincian partisipasi mencakup 1.253 dari madrasah, 500 dari sekolah, 80 dari penyuluh agama, 19 dari KUA dan Masjid Besar, serta kontribusi dari berbagai institusi lainnya seperti Polres, ormas, dan pondok pesantren.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, Moh. Ersat, bersama Kasubbag TU Suroto dan para pejabat lainnya, turut hadir dalam pelaksanaan khataman yang dipusatkan di Masjid Al-Falah. Para ASN Kemenag di lingkungan Kartini 15 juga serempak menggelar khataman di tempat masing-masing, menunjukkan sinergi dan semangat dalam menyemarakkan momen penuh berkah ini.

Penyuluh Agama Islam memiliki peran strategis dalam suksesnya program ini. Mereka tidak hanya mengajak masyarakat untuk membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an, tetapi juga membimbing dalam memahami maknanya serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang komunikatif dan inspiratif, para penyuluh menjadi penggerak utama dalam membangun kesadaran umat akan pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Program ini bukan sekadar membaca Al-Qur’an secara bersama-sama, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat spiritualitas dan kebangsaan. Peran penyuluh agama sangat vital dalam memastikan bahwa masyarakat tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar salah satu penyuluh agama di Ngawi.

Dengan terselenggaranya Indonesia Khataman Al-Qur’an, harapannya semangat mencintai Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat. Peran aktif para penyuluh agama menjadi bukti nyata bahwa mereka tidak hanya sebagai penyampai dakwah, tetapi juga sebagai pelopor gerakan spiritual yang membawa keberkahan bagi umat.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan program ini, Kepala Kemenag Ngawi, Moh. Ersat, menyampaikan ucapan terima kasih melalui komentar di Facebook IPARI Ngawi: “Matur suwun Bapak Ibu Pengurus dan Anggota IPARI. Mantap luar biasa. Barakallah. Alhamdulillah, Ngawi mencatatkan 1.870 khataman dalam sehari pada hari Ahad, 16 Maret 2025.” (MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *